Showing posts with label reportase. Show all posts
Showing posts with label reportase. Show all posts

21 February 2008

Hidup Rapuh Ini Kau Kehendaki



Hidup rapuh ini Kau kehendaki.

Kau tinggikan daku atas tiada

Biar kini daku bersyukur Tuhan

Merasa tenteram di keraguan

Melesat dari hidup hanya rindu

Biar daku jatuh dalam tangan-Mu

(lagu syukur alm Surya Suyata OSC,BBB 117)



“Itu lagu syukur yang sangat dalam maknanya buat saya” ujar Romo Tejo pada acara syukuran atas tahbisannya di aula St Arnoldus, Minggu, 3 Febuari 2007.


Bonifasius Haryo Tejo Bawono yang kini akrab dipanggil MOJO (Romo Tejo) adalah Putra St Arnoldus –Bekasi yang telah ditahbiskan menjadi Imam Ordo Salib Suci (OSC) oleh Mgr J Soenarko SJ, Uskup Purwokerto di Gereja Bumi Patra Indramayu, 22 Januari 2008. Selanjutnya Romo Tejo akan ditugaskan di Serpong, Tangerang.


Merupakan kebanggaan tersendiri bagi keluarga Bapak Petrus (alm) dan Ibu Tukirah atas tahbisan putra ketiga dari tiga bersaudara ini. Ibu Tukirah Petrus adalah sosok ibu sederhana yang memiliki kehidupan luar biasa. Lewat tangan-tangannya, banyak dihasilkan makanan untuk jadi salah satu sumber energi para Romo dalam aktifitasnya.


Romo Tejo yang lahir pada tanggal 14 Mei 1979 ini bertutur di khotbah perdananya “Lima belas tahun yang lalu,di pohon rindang di halaman gereja bersama seorang teman berbincang tentang panggilan hidup membiara. Dan ternyata teman saya yang bernama Eddy (bukan nama sebenarnya) juga memiliki panggilan yang sama. Eddy tidak berani menyatakan keinginannya, sehingga saya berbaik hati untuk menemaninya berbicara kepada orang tuanya.Penasaran jawaban ibunya saat kami sampaikan keinginan kami? Begini katanya, Kamu terlalu ganteng untuk menjadi seorang Romo, tapi kalo Tejo sih tidak apa-apa” ujar Romo Tejo sembari tersenyum. Senyuman yang cukup banyak menggelitik hati umat yang mendengarnya. Sejenak suasana misa menjadi hangat. Hangat yang mengantarkan banyak makna. “Apakah ganteng adalah sebuah halangan untuk menjadi kebahagiaan sang anak jika memang dia merasa “terpanggil”. Terpanggil untuk hidup selibat?”


Lagi kata Romo Tejo, “Ikuti saja kata hati! Hati membawamu kepada kebahagiaan!Hati yang tulus, hati yang sederhana!”


“Memang banyak batu sandungan dan kerikil saat kita mengikuti kata hati. Tapi HATI memang harus selalu dijaga dan dipelihara!Panggilan ini saya ingin jalani dengan hati yang sederhana saja.”


Romo Agus Rahmat Widiyanto, dan teman-teman Romo dari OSC juga ikut hadir memberi banyak kekuatan dan menularkan banyak berkat di Misa Perdana Romo Tejo, siang itu.


“Banyak Pastur yang pintar khotbah. Banyak Pastur yang hebat tapi Pastur yang tulus itu tidak ada, maka saya mau doakan Romo Tejo jadi Pastur yang TULUS dan KUDUS!” ujar Romo Ansel selaku kepala paroki St Arnoldus dalam misa itu pula.

28 December 2007

Konser KKMK St Arnoldus di SPC-Gatot Subroto

Hari-hari berkejaran, waktu saling membalap. Aku pun jadi ikut berlari segera selesaikan banyak hal yang sudah menjadi rutinitasku. Supaya sebisa mungkin bisa ikutan koor en jadi lektornya natalan kelompok Panasonic Gobel. Yup KKMK Arnoldus diminta untuk ngisi koor dan mengatur semua liturgis Perayaan Natal Bersama Kelompok Gobel (PT Panasonic dan beberapa perusahaan lainnya yang termasuk dalam Kelompok Gobel)

Aku hanya sempat datang latihan sebanyak dua kali saja. Selasa dan Jumat sebelum hari H, Minggu 16 Desember 2007. Cukup terkesan dengan Luis yang baru beberapa bulan bergabung telah menjadi pelatih sekaligus dirigen koor KKMK Arnoldus. Bagus.....!!!Experience banget ngelatih ya he..he...

Setelah waktu merasa lelah karena detik-detik tak pernah berhenti berloncatan, akhirnya hari H itu datang juga. Minggu, 16 Desember 2007, pukul 06.45 WIB sebanyak 30 orang pendukung team koor dari KKMK St Arnoldus, meluncur menuju Gedung SPC di Gatot Subroto-Jakarta Selatan (Pancoran) dengan sebuah bus TNI AL dan sebuah mobil carry.

Pukul 07.30 WIB, kita akhirnya sampai di Gedung SPC itu, yang akan menjadi saksi paduan suara kita. Wajah-wajah cantik dan ganteng-ganteng berjalan tegap dan berbalutkan seragam batik merah marun memasuki ruangan yang akan menjadi tempat berlangsungnya acara Natal bersama Kelompok Gobel Panasonic. Ruangan itu cukup besar. Lebih besar dari gereja kita di St Arnoldus. Di belakang altar, dekorasinya sebuah goa besar dengan desain cantik, di sebelah kiri ada pohon natal yang tingginya 3 meter lebih juga dengan segala hiasan dan semua ornamen berwarna. Tirai-tirai di sekitar altar juga dipadu padan warna pastel lembut, pink, ungu muda dan putih. Cantik dan lembut menyiratkan terang natal yang damai di hati umatnya. Tanaman-tanaman hias dan hijau di bawah panggung memberi suasana segar.

Hujan gerimis menciptakan suasana yang lengang di gedung itu, bangku-bangku yang berjumlah 850 buah belum terisi penuh semuanya, meskipun waktu telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Tetapi kesibukan panitia terlihat jelas di semua sudut gedung itu. POKE ENTERPRISE yang jadi Even Organizernya loh....Ada yang sibuk siapkan drama natal, sibuk urus konsumsi, sibuk siapkan sinterklas dan hadiah2 natal untuk anak-anak, sound system, peralatan dan banyak lagi.

Pukul 09.30 Ibadah Natal dipimpin Romo Yosef dari Rawamangun dimulai. Semua mengalir dengan baik. Khotbah natal yang disampaikan juga sangat menarik, lewat cerita-cerita dan simbol membuat lebih berkesan di hati. Begitu juga dengan lagu-lagunya yang kami santap dan kunyah dengan pita suara kami, rahang vocal kami, olah mulut kami dan penjiwaan hati kami (seperti yang dipesankan Luis he..he..)

Selesai acara ibadah, ada satu kalimat penghiburan yang cukup menyenangkan di telinga kami " Kalo yang umat yang datang tadi tidak terlalu mengerti musik, kalian tidak hanya dinilai 100 tapi 150! Tapi jika yang datang tadi bener2 mengerti musik ya nilainya menjadi 70! Cukup baik" ujar Luis di balik panggung ketika acara selesai.
Ya, kami berusaha memberi yang terbaik, biar gak sia-sia sering pulang malam sampe jam 22.30 lewat jika latihan koor.

Kami juga cukup terhibur tampil narsis kemarin, jadi dancer heboh saat band nyanyi lagu-lagu riang Natal. Pengarah gayanya ya Sdr. Victor Soni dan Kus he..he.... Tertawa-tawa dan bercanda-canda luapkan sukacita kebersamaan di Natal Panasonic Gobel siang itu.

29 September 2007

TAK SEKEDAR KASAK-KUSUK MENCARI KEKASIH


Majalah HIDUP No.29/Juli/2007

“Aku ingin seorang teman yang bersedia tinggal dihati kecilku, dan memberiku ruang di dalam hatinya” (Eka Budianta )

Berawal dari rasa rindu,
Berawal dari rasa sepi,….sendiri….
Berawal dari keinginan tuk berbagi…..
Berawal dari keinginan untuk mengembangkan diri…..
Berawal dari keinginan mengaktualisasikan diri…..
Berawal dari kerinduan menyalurkan hobi…..
Berawal dari keinginan meningkatkan segi spiritual, social dan profesionalisme…...
Aku datang ke KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik)

Ternyata banyak sekali yang kudapat disana
Tak kusadari banyak potensiku terlihat lebih jelas kini
Potensi keberanian
Potensi kepemimpinan
Potensi pertemanan baru
Potensi harapan baru
Potensi wawasan baru
Bahkan akhirnya setelah lewati banyak proses
Kutemukan juga keluarga baruku di sana.
Aku cinta KKMK-ku.

Sabtu-Minggu, 16/17 Juni 2007, ada banyak warna dan nada dari dalam aula lama St Arnoldus Bekasi. Setiap selesai misa, umat diundang untuk ikut menghadiri acara OPEN HOUSE KKMK St Arnoldus, yang kali ini tengah berulang tahun yang ke-12.

Alunan musik dan band yang riang, menarik umat untuk melangkahkan kaki menghadiri Open House KKMK tersebut. Background kuning dengan logo KKMK tepat di depan pintu masuk aula benar-benar mengkondisikan umat untuk tidak segera duduk manis di café tapi melangkahkan kaki terlebih dahulu dari satu stand ke stand lainnya. Disambut oleh penerima tamu yang ramah menyambut pengunjung dan memberikan informasi yang dibutuhkan. Barisan penerima tamu berpakaian rapi, para pria berbusana jas dan berdasi, wanitanya memakai pakaian dengan blazer dengan warna senada layaknya para professional muda. Selesai mengunjungi stand-stand informasi, pengunjung dapat duduk manis di café KKMK yang menyediakan berbagai menu lezat yang siap saji. Kami melayani pengunjung secara professional layaknya seperti di café-café lainnya dan tentu saja dengan ditemani alunan musik segar berpadu nada dengan irama bandnya.

Konsep Open House ini memang cukup unik dan kreatif, aula lama St Arnoldus telah disulap sedemikian rupa oleh tim kreatif dari KKMK Arnoldus Bekasi. Sesuai rencana, aula lama disekat-sekat menjadi sebuah ruang dapur di sebelah kiri depan aula, kemudian dibelakangnya tampak beberapa meja bertaplak putih dan kursi yang didesain mirip sebuah café. Di bagian tengah café ada panggung lengkap dengan band yang menghibur pengunjung café.

Sedangkan ruang sebelah kanan aula disekat menjadi 4 buah stand, yang merupakan stand-stand informasi. Di setiap stand, pengunjung dapat menyaksikan cuplikan video-video kegiatan dan pameran foto-foto kegiatan di tiap biliknya. Video dan foto-foto itu seolah bercerita tentang apa saja yang ada di KKMK, ada MADING pula memuat banyak artikel lucu dan menarik, puisi, lowongan kerja dan gambar-gambar illusion yang semuanya cukup menarik minat pengunjung untuk bertahan berlama-lama di OPEN HOUSE KKMK tersebut.

Kegiatan-kegiatan KKMK tersebut antara lain: pertemuan rutin, diskusi-sharing, ziarek, baksos, retret, touring, seminar-seminar yang mengangkat tema-tema yang dekat dengan kaum muda seperti tentang bagaimana caranya sukses meraih peluang kerja, bagaimana cara pikir kita menghadapi hidup yang banyak tantangannya, bagaimana caranya memotivasi diri untuk sukses, bagaimana tips berteman, berpacaran dan berkeluarga dalam Kristus dan banyak lagi. Tentu saja dengan menghadirkan para pakar professional di bidangnya seperti Krisnamurthi, Stefanus Rizal, Agus Sutikno dan lain-lain. KKMK juga aktif mengisi tugas-tugas liturgi seperti tatib, koor, lektor, komentator. Dipamerkan juga bagaimana cara KKMK mendanai semua kegiatan-kegiatannya seperti lewat bazaar buku dengan bekerja sama dengan beberapa penerbit, bazaar makanan-minuman yang beberapa menunya anggota-anggota KKMK sendiri yang membuatnya, parcel paskah dan natal, berjualan topi sinterklas, foto bareng sinterklas, pencarian sponsor, pasar murah dan lain-lain.

Namun, yang lebih special lagi adalah saat Bapak Uskup Agung Jakarta berkenan hadir mengunjungi acara Open House KKMK, mengunjungi semua stand informasi dan menghadiahi KKMK berupa tanda tangan pada dua buah taplak putih. Taplak tersebut oleh panitia dilelang kepada umat dan terjual dengan manis.

Acara Puncak HUT KKMK ke-12, dirayakan pada Minggu, 17 Juni 2007, pukul 11.00-14.00, dimana disitulah ada acara pemotongan kue ulang tahun dan beberapa sambutan. “Keberadaan KKMK memberi begitu banyak warna bagi kemajuan Gereja St Arnoldus”,ujar Bu Lupi selaku ketua Bidang Persekutuan. Acara HUT KKMK ini pun kemudian diisi dengan dialog santai seputar KKMK, dan beberapa hiburan band yang diisi oleh para alumni KKMK terdahulu dan kaum muda lainnya.

“KKMK telah memberi warna khas sebagai orang muda yang bergelut dengan dunia kerja yang profesional. Pengembangan sumber daya dan kepribadian yang dilengkapi dengan pendampingan rohani yang kontinyu membuat KKMK tumbuh dan berkembang secara dinamis. Tentunya bukan hanya sekedar menjawab image negatif “Kasak Kusus Mencari Kekasih” tetapi telah memberi bukti peran serta kaum muda pekerja dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat lewat karya nyata secara sungguh-sungguh.” Ujar Romo Agus selaku Moderator Kepemudaan

“Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat, berbagai kegiatan, serangkaian pengalaman baik suka maupun duka telah membentuk dan mengembangkan orang-orang muda yang tergabung dalam wadah Kelompok Karyawan Muda Katolik St Arnoldus Bekasi sehingga masih eksis sampai saat ini”, ujar Agatha Nuli Hening selaku ketua KKMK St Arnoldus periode 2007 dalam sambutannya. Begitu banyak cerita, entah suka maupun duka, entah tawa atau airmata yang sulit terlupa. Perayaan ulang tahun KKMK ke – 12 ini dengan kegiatan Open House-nya hanyalah sebuah realisasi dari kerinduan untuk mengumpulkan kembali dan merefleksikan potongan – potongan cerita selama 12 tahun yang mungkin terpotong – potong oleh waktu dan jarak. Berbagi kasih pada setiap kita, mengenang cerita – cerita indah. Melepas tawa, mengurai duka, bahu membahu merealisasikan program kerja.

KKMK Open House, membawa banyak harapan agar makin banyak orang mencintai KKMK, makin banyak orang muda tertarik bergabung dan ikut memberi banyak warna indah lewat talenta – talentanya, juga menjadi sumber inspirasi bagi kelompok – kelompok kategorial kaum muda lainnya. Sehingga kedepannya dapat lebih banyak lagi bekerja sama dalam memajukan Gereja

Setiap perbedaan yang memang selalu saja ada, entah lewat sudut pandang, watak, sifat, kepribadian, adat istiadat, budaya bukan memisahkan kita menjadi KKMK yang terkotak-kotak tetapi justru perbedaan itu memberikan banyak warna – warni indah untuk KKMK.

Terima kasih untuk Bapak Uskup, Romo-Romo Paroki, jajaran Dewan Paroki, segenap rekan-rekan alumni KKMK mulai dari angkatan pertama sampai angkatan ke-dua belas juga seluruh donator dan sponsor acara Open House KKMK kali ini. Terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya untuk segenap panitia atas kerja kerasnya demi suksesnya acara ini. Mohon maaf untuk segala kekurangan dan ketidaksempurnaan pelaksanaan acara Open House ini. Semoga acara ini sungguh dapat mempererat persaudaraan dan juga menjadi sumber inspirasi bagi semua orang muda.

Selamat Ulang Tahun KKMK, Tetap Semangat Dari Masa ke Masa !!!

28 April 2007

Suara dari Kegelapan


Dengan diiringi alunan musik lembut lagu persembahan, seorang “Murti” berjalan tertatih tanpa rasa malu dan enggan, maju ke depan membawakan piala berisi Hosti untuk dipersembahkan kepada Romo yang telah menunggunya di depan altar.


Saat ia maju dari kursi barisan paling belakang, semua mata memandangnya, dengan ekspresi pandangan yang berbeda-beda. Mungkin ada tatapan kasih, tatapan heran, tatapan kasihan, atau ada juga tatapan kosong tak berarti.


Tapi Murti terus maju, tak peduli! Matanya yang terlihat putih semua, karena tak memiliki iris, tegak lurus menatap ke depan. Ia tak dapat melihat, tapi kutahu hatinya melihat Tuhan!


Sabtu, 17 Februari 2007 di St Arnoldus Bekasi, di misa sore pukul 17.30 menjadi misa yang tidak biasa. Ada sedikit nuansa yang berbeda, anak-anak yang bukan karena keinginannya dilahirkan dengan keterbatasan-keterbatasan fisik. Mereka terlahir tuna netra, terlahir dalam kegelapan. Masih harus ditambah dengan keterbelakangan mental, entah dengan alasan apa mereka terlahir demikian. “Berat beban hidup yang harus mereka tanggung. Belum lagi ada sebagian dari mereka yang harus berlapang dada, karena kelahiran mereka tidak diharapkan oleh kedua orangtuanya. Dan harus cukup senang tinggal di panti asuhan,”ujar Mbak Buang salah seorang Pembina Rawinala


Tetapi, segala keterbatasan yang mereka miliki bukanlah halangan buat mereka untuk dapat melayani dan mencintai. Mereka memakai apapun yang mereka punya untuk melakukan sesuatu yang berarti.” begitu ujarnya lagi.


Misa berjalan terus. Di akhir misa Swo Ot, teman Murti maju ke mimbar dan menyanyikan sebuah lagu, lagu dari hatinya tentang suara dari kegelapan.


Kegelapan yang setia menjadi teman hidupnya. Ia bernyanyi tentang keyakinan dan kepercayaannya bahwa meski ia tak melihat dan cacat mental, ia tahu rupa ayah dan ibunya lewat belaian lembut dan hangatnya kasih sayang. Mungkin Swo Ot lebih beruntung dari teman-temannya yang masih merasakan kasih sayang orangtuanya, atau mungkin itu hanya lagu khayalannya, tapi itu tak penting.


“ Ia menyanyi dengan baik”.

“Suaranya bagus dan menyayat hati”

“Ia sangat memukau untuk seorang tuna netra yang memiliki keterbelakangan mental.”

Begitu menurut beberapa umat ketika diwawancarai tentang lagu Swo Ot, usai misa istimewa tsb.

Hal tak biasa lainnya di misa itu, yaitu adanya pemberian bunga dari 2 orang anak kecil kepada Romo yang memimpin misa saat itu, dan satu dari antaranya menyematkan bunga ke jubah Romo, tanda cinta dan sayang.


Selesai misa, acara berlanjut ke aula, dimulai pukul 19.00.WIB

Valentine days kali ini diorganisir oleh orang-orang muda St Arnoldus, Mudika, BIR, KKMK, PKK KAMU dsb, kerja sama dengan sie Devosi St Arnoldus. Mereka mencoba memberi warna lain di malam itu.

Acara pembukaan dibuka oleh MC dari seorang anak mudika Ayu, dan seorang yang juga memiliki keterbatasan fisik, yang menggunakan kedua tangannya untuk membantunya berjalan dan berlari.

Satu hal yang sangat menggelitik, adalah saat Mas Sulistomo, pemandu talk show, bertanya kepada salah seorang Pembina Rawinala tentang apa yang menarik selama mendampingi anak-anak Rawinala dan jawabnya adalah “Belajar SABAR dan SABAR!” ujar Mbak Buang. “Suatu hal yang simple tapi dalam. Ya kesabaran! Kesabaran yang bukan sebatas pada kata saja tapi sabar yang menyatu dengan pengertian dan penerimaan totalitas tentang keadaan yang kita tidak dapat kendalikan” ujar Mas Sulis menimpali.


Di sela-sela talkshow diadakan lelang lagu. Ada decak kagum dan beberapa pasang mata yang terpana saat mereka begitu terampil memainkan beberapa alat musik seperti organ, gitar, drum begitu senada dan serasi dengan suara vokalisnya.


Mereka menyanyikan beberapa lagu cinta baik dari dalam dan luar negeri dengan begitu indah dan memukau. Mereka bermain dengan wajah berseri-seri, tak dapat ditangkap sedikitpun kesan sedih di mata mereka,

Setelah itu ada lantunan puisi lembut, beberapa barisnya kira-kira seperti ini:


Aku dan kamu beda

Aku adalah aku

Kamu adalah kamu

Tapi kami berjuang untuk dapat menjadi seperti kamu!”

……………………………..

Dan saat lantunan beberapa puisi, ditayangkan juga sekilas video singkat tentang keseharian mereka di Panti Asuhan Rawinala, mulai dari bangun tidur, membersihkan diri, sekolah, pendidikan keterampilan seperti bermain musik, berenang, berolahraga, membersihkan rumah seperti mengepel lantai, menyapu, mengelap kaca dan sebagainya.
Sekilas tampak lucu, namun sekilas tampak mengharukan! Mereka terlihat sungguh-sungguh berjuang untuk dapat sama dengan kita, untuk dapat bertahan hidup dan membuktikan pada semua orang, membuktikan pada dunia bahwa mereka dapat LEBIH BESAR daripada apapun juga yang dapat terjadi pada mereka

.

“Mereka berjuang, butuh begitu banyak waktu, begitu banyak kesabaran, begitu banyak keuletan, begitu banyak kerja keras tanpa lelah, dan mungkin begitu banyak air mata,


Perlu bertahun-tahun untuk dapat memainkan gitar dengan baik, untuk dapat memainkan drum, organ dan alat-alat musik lainnya. Perlu ratusan latihan atau mungkin bahkan ribuan latihan agar mereka dapat tampil seperti band-band normal lainnya dalam menyelaraskan nada, menyanyi dengan indah dan memberikan penampilan yang terbaiknya. Mereka berhasil, melewati ruang dan waktu dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Mereka juga sudah berhasil masuk dapur rekaman dan membuat album. Mereka dapat bertahan, mereka dapat terus melanjutkan hidup! Hidup yang tidak hanya sekedar hidup, tapi hidup untuk menjadi berarti, menjadi seseuatu yang bermakna.” Ujar MC di menit-menit terakhir acara tsb, menggugah rasa para hadirin yang datang di malam itu.


Akhirnya peserta yang hadir diajak untuk dapat ikut mengekspresikan rasa kagum mereka, rasa sayang dan simpatinya dengan maju ke depan secara spontan memberikan bunga-bunga yang ada di panitia, kepada anak-anak luar biasa tersebut. Tidak hanya bunga tapi juga coklat sembari saling menari bersama diiringi musik yang terus mengalun, saling berbaur untuk berbagi kebahagiaan. Uang hasil lelang lagu seluruhnya diberikan kepada anak-anak panti asuhan Rawinala.


Indahnya berbagi kasih sayang pada sesama,

Selamat dan proviciat buat sie Devosi dan sie Kepemudaan, terutama buat Ibu Tuti dari sie Devosi selaku ketua panitia, yang memberikan ide pelaksanaan acara ini.Pak Dedi Abas selaku ketua sie Kepemudaan. Dan juga seluruh rekan-rekan panitia, undangan dan umat yang ikut berpartisipasi. Mohon maaf untuk semua kekurangan.

Dan Happy Valentine Days!